Simulasi ATOPP

Dalam menyikapi implementasi koridor MP3EI, diperlukan perpaduan dengan A-TOPP (pendekatan TOPP) yaitu memberikan perhatian kepada peluang pengembangan peran kota-kota kecil di Pulau Jawa yang dapat memberikan dukungan kepada pembangunan koridor MP3EI melalui pengembangan Teknologi, Organisasi, Proses, dan Produk. Akan terdapat tiga tahapan yang dilalui, yaitu tahun pertama, repositioning (Reposisi), untuk mengidentifikasi potensi, isu, dan kendala pembangunan kota-kota kecil saat ini dalam konteks kebijakan, rencana, dan program. Sedangkan di sisi lain, akan diteliti pula peluang keterikatan para pemangku kepentingan terhadap pembangunan melalui teknologi informasi dan komunikasi (TIK) untuk memahami peran TIK sebagai alternatif akses non fisik (virtual) bagi pembangunan non fisik; Tahap kedua, restructuring (Restrukturisasi), yaitu peluang penciptaan konektivitas kota-kota kecil dengan dukungan TIK yang ada dalam konteks system perkotaan yang lebih luas, khususnya sebagai pendukung koridor MP3EI; Tahap ketiga, reformulation (Reformulasi), memberikan masukan terhadap upaya peningkatan peran kota-kota kecil bagi implementasi MP3EI melalui penciptaan model interaktif pembangunan yang dirumuskan secara bersama dengan para pemangku kepentingan dengan aplikasi computer sederhana yang memungkinkan para pemangku kepentingan untuk lebih dapat terlibat dalam proses pembangunan serta monitoring dan evaluasi pembangunan.